“Ayah…….. cepat lari ! ibu….awas…..! agh……..tidaaaaaak !” rizka terbangun kaget,peluh bercucuran dikeningnya,rambut kusutnya basah masai dibanjiri keringat,wajahnya nampak pucat dengan ketakutannya yang luar biasa. “uh….untung Cuma mimpi” keluhnya lega sambil mengusap dadanya berulang kali.diliriknya jam masih pukul 04:00,malas tuk bangun itu sudah pasti bagi rizka karna ia tak biasanya bangun terlalu pagi tapi kengerian akan bermimpi lagi masih ada sehingga dia terpaksa beranjak pergi.
“itug-itung lagi libur,sholat tahajjud ah…….” Katanya sambil berlalu menuju kamar mandi.
“Ya Allah,apa yang akan engkau tampakkan kepada hamba hingga hamba bermimpi kejadian yang belum pernah hamba rasakan sebelumnya, berilah petunjuk pada hamba agar kejadian di mimpi itu tak menimpa keluarga hamba” doa rizka di ahir sholatnya,ia merasakan hal yang aneh,hatinya selalu berdebar setiap teringat mimpinnya.
“Kenapa hatiku jadi ngga’ enak kayak gini ya? Mungkinkah mimpi itu akan menjadi kenyataan?” batinnya bergumam sendiri. “Ah….aku harus membangunkan ayah dan menceritakannya”.
“Aduh……rizka,kenapa bangunin ayah pagi benar? Adzan aja belum bunyi,ada apa sih?” jawab ayahnya kesal setelah rizka memaksanya untuk bangun.
“Rizka takut,barusan rizka mimpi kota kita akan ditimpa bencana, bangun yah,cepat sholat biar kita selamat” keluh rizka.namum ayahnya hanya tersenyum.
“Ini karna kamu terlalu banyak nonton film horor,udahlah ngga’ usah dipikirkan,itu hanya mimpi” katanya sambil membetulkan selimut dan tidur kembali tanpa menghiraukan rizka yang sedang resah.
Tak dapat tanggapan yang serius dari ayahnya rizka kembali lagi ke kamarnya.tak lama kemudian adzan subuh berkumandang rizka segera beranjak sholat dan berdoa lagi agar selamat dunia dan akhirat,entah mengapa rizka sangat yakin mimipinya akan menjadi kenyataan,tapi ia tak tau kapan itu akan terjadi?.karena hari masih gelap ia mencoba tidur kembali namun matanya sulit dipejamkan lalu ia teringat ucapan guru agamanya.
“Manusia emang selalu dihinggapi rasa ketakutan agar tidak tersesat kita harus bertawakkal dan berdzikir pada Allah” kemudian mulutnya mulai komat kamit berdzikir agar rasa takut yang menghantuinya hilang.setelah hatinya tenang rasa kantuk menghampirinya,hingga matanya terpejam rapat.
Selang beberapa menit kemudian “Tidaaaaak” ia terbangun denga mimpi buruknya lagi,tubuhnya gemetar,keringat dingin mulai membasahi seluruh tubuhnya,ia tak menyangka mimpi yang sama datang lagi padahal sebelumnya ia sudah berdoa.dilihatnya kembali jam menunjukkan pukul 05:53 karena melihat rumahnya masih sepi belum ada yang bangun padahal hari sudah mulai terang,ia ingin membangunkan keluarganya yang masih tertidur lelap meski hatinya masih resah,namun belum sempat ia beranjak dari tempat tidurnya tiba-tiba rumahnya bergoncang cepat hingga tubuhnya terpental,ia tertegun,masih mimpikah aku?ia berteriak sekuat tenaga sambil menangis
“Ayah…….ibu…… cepat keluar ada gempa” hatinya berdebar kencang,ia tak tau lagi apa yang harus ia perbuat,ingin sekali ia menyelamatkan ayah,ibu dan adik mungilnya yang masih berumur 2 bulan yang masih terlelap tidur dikamarnya masing-masing.namun dinding rumah mulai retak dan semua barang-barang yang ada disekitarnya mulai hancur berantakan,sebelumnya ia mencoba menghampiri kamar ayahnya sambil berteriak “ayah……..bangun” tapi apalah daya tiba-tiba sebuah lemari besar jatuh tepat didepan pintu kamar ayahnya,hingga tanpa berfikir panjang ia berlari keluar rumah sebelum semuanya hancur.
Hanya dengan hitungan detik kehidupan rizka hancur berantakan,ia hanya bisa menangis menyaksikan rumahnya runtuh rata dengan tanah bersama keluarga tercintanya,ia tak habis pikir entah mengapa disaat- saat menegangkan ayah dan ibunya masih terlelap tidur ba’ dihipnotis,hingga ia harus menghadapi ujian hidup dengan sebatang kara.dan ia tak menyangka mimpinya akan menjadi kenyataan secepat itu.
“seandainya ayah percaya mungkin tak sampai begini” hatinya membatin menyesali.tapi takdir berkata lain,ia diberi kaselamatan namun harus kehilangan orang-orang yang dicintainya.
Sabtu,27-mei-06 menjadi momen terpenting yang paling menyedihkan bagi rizka,dan menjadi akhir kehiduannya di kota yogyakarta,karna semenjak kejadian itu rizka tinggal dengan neneknya di madura,ia kembali ke tanah kelahiran ayahnya,trauma yang dialami rizka sangat mengganggu jiwanya,ia lebih banyak diam sesekali ia menangis saat teringat rumahnya dan keluarganya hancur didepan mata dengan bersamaan.ia tak menyangka perantauannya 2 th yang lalu ke yogyakarta merupakan akhir dari semua cerita indahnya.
@@ selesai @@
By : A-nice
Sabtu, 13 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentarnya mana ???!!!! ^_^